Banjir Lahar Dingin

Posted by chemistlink

VIVAnews –Merapi sudah tenang. Tak ada lagi awan panas. Kampung-kampung yang Oktober lalu rata dilumat wedhus gembel, kini ramai dikunjung pelancong. Mereka berfoto di lokasi itu, lalu menyimpannya sebagai kenangan.

Tapi warga masih diminta waspada. Sebab ancaman belum seluruhnya pergi. Dan kali ini ancaman itu datang dalam bentuk banjir lahar dingin. Rabu, 5 Januari 2011, misalnya, banjir lahar dingin itu menggulung dari Merapi, lalu menerjang Dusun Gempol. Dusun itu terletak di Desa Jumoyo, Kecamatan Salam, Magelang Jawa Tengah.

Banjir itu bukan saja membawa lahar, tapi juga batu-batu berukuran raksasa. Pada banjir lahar dingin, Senin 3 Januari 2011, batu-batu besar seukuran minibus menghantam wilayah-wilayah di sekitar kali Opak, Sleman, Yogyakarta.

Lahar dingin yang menyapu hari Rabu lalu, menghantam jembatan di Salam, hingga ambruk. Jalur Magelang- Yogyakarta putus. Rumah-rumah warga di sekitar sungai terbenam. Bukan oleh air, tapi lumpur dan pasir yang memadat.

Air bah juga menghayutkan kendaraan. Material vulkanik yang memadat menyumbat sungai, menyebabkan aliran lahar dan air berbelok ke kebun dan kampung. Itu adalah banjir lahar terbesar sejak Merapi meletus pada tahun 2010.

Gawatnya, belum semua material erupsi Merapi, yang jumlahnya diperkirakan 30 juta meter kubik, sudah turun. “Estimasi saya baru 10 persen material yang terbawa banjir. Masih banyak di puncak,” kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Subandriyo, saat dihubungi VIVAnews.com, Jumat, 7 Januari 2011.

Subandriyo mengingatkan bahwa bukan tak mungkin banjir lahar yang lebih besar akan terjadi.

Itu sebabnya, usai memantau aktivitas Merapi, semua petugas BPPTK kini mengawasi ancaman banjir lahar dingin. Tak cuma di lereng, semua sungai yang berhulu di kaki Merapi berpotensi banjir lahar. Apalagi material vulkanik saat ini telah memenuhi aliran sungai. “Sudah over,” kata Subandriyo. Jadi, upaya pengerukan dan pembuatan tanggul harus segera dilakukan.


Yang juga mendesak dan harus diutamakan adalah keselamatan penduduk di bantaran sungai. Misalnya saja penduduk yang tinggal di daerah aliran sungai Code, air bisa meluap sewaktu-waktu.Saat peringatan dini muncul, warga tak punya pilihan, harus menghindar dari daerah aliran sungai, juga wilayah yang dijangkau luapan banjir.

Dari catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), berdasarkan data curah hujan selama lebih satu dekade terakhir diketahui kawasan Kaliurang – lereng Merapi -- terjadi rata-rata curah hujan bulanan mencapai 508 milimeter pada bulan Januari dan 514 milimeter pada bulan Februari.

Tingginya curah hujan pada bulan-bulan tersebut menunjukkan bahwa puncak musim hujan di puncak Merapi terjadi bulan Januari dan Februari pada setiap tahunnya. Itu artinya dalam dua bulan ini, banjir lahar dingin sangat mungkin mengancam.

Belajar dari Kolombia

Ahli dari BMKG, Daryono mengingatkan bahwa jangan pernah remehkan ancaman banjir lahar dingin. Sebab, lanjutnya, sejarah mencatat bahwa banjir lahar tak kalah mematikan dari erupsi gunung berapi. Salah satu contoh bencana banjir lahar paling merusak di dunia adalah banjir lahar pasca erupsi Gunung Nevado del Ruiz di Kolombia tahun 1985.

Kala itu, dalam waktu empat jam setelah letusan, yang disusul hujan deras, lahar meluncur deras sejauh 100 kilometer. Malapetaka pun terjadi: lebih dari 23.000 orang tewas, sekitar 5.000 orang terluka, dan lebih dari 5.000 rumah hancur di sepanjang Chinchina, Guali, dan Sungai Lagunillas.

Kerusakan paling parah menimpa Kota Armero yang berlokasi di mulut ngarai Lagunillas Rio. Tiga perempat dari 28.700 penduduk kota tewas secara tragis akibat banjir lahar pada 13 November 1985.

Peristiwa mengerikan ini selanjutnya dikenang sebagai tregedi Armero-Chinchina. Ini bencana banjir lahar paling mematikan yang tercatat dalam sejarah. "Ini adalah fakta bahwa dampak banjir lahar justru bisa lebih berbahaya daripada erupsi gunung api itu sendiri," kata Daryono, dalam makalah yang dimuat situs BMKG.

Contoh lain adalah bencana banjir lahar di Gunung Pinatubo, Filipina. Sejak meletus tahun 1991, banjir lahar telah menghancurkan 100 ribu rumah di lereng dan dataran kaki gunung itu.

Oleh karenanya, lanjut Daryono, perlu dikembangkan upaya mitigasi banjir lahar Merapi: peringatan dini banjir lahar, berupa sistem monitor dan warning banjir lahar.

Peralatan yang dinilai penting, selain sinyal transmisi dan kamera CCTV yang sudah terpasang di beberapa titik di Merapi, adalah beroperasinya sistem pemantau curah hujan otomatis yang dipasang di puncak Merapi. Alat ini mampu memantau tingginya intensitas curah hujan secara telematri, realtime dan terintegrasi di pusat pemantauan.

Instrumen peringatan dini lain yang perlu dipertimbangkan adalah sistem monitor aliran lahar yang dapat mendeteksi vibrasi tanah saat terjadi rayapan banjir lahar. “Seluruh sistem ini memungkinkan memberi peringatan dini untuk menekan sekecil mungkin kerugian baik harta maupun jiwa penduduk di sekitar jalur sungai yang berhulu di puncak Merapi.”

Apalagi, untuk menghabiskan deposit material vulkanik hasil erupsi dibutuhkan waktu tiga hingga empat musim hujan.

sumber : www.vivanews.com

Samhasari Desthi M (08303244007)

Kualitas dan Kuantitas Air

Posted by chemistlink

KUALITAS DAN KUANTITAS AIR
DI SUMBER MATA AIR GEDAREN, SUMBERGIRI, PONJONG, GUNUNGKIDUL

Bagi manusia, air merupakan kebutuhan utama. Dalam kehidupan sehari-hari , manusia menggunakan air untuk mencuci, memasak, air minum (kebutuhan rumah tangga), pertanian, peternakan, industri maupun sebagai alat transportasi.
Di desa Sumbergiri, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul suatu daerah dimana saya tinggal, air merupakan hal pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat. Desa Sumbergiri terdiri dari 11 dusun yang mana kondisi geografisnya bergunung-gunung. Sumber mata air di desa ini adalah sumber mata air Gedaren. Dari sumber mata air inilah, kebutuhan air masyarakat desa Sumbergiri terpenuhi.



Gb.1 Sumber Mata Air Gedaren



A. Permasalahan Kualitas dan Kuantitas Air
Kondisi geografis yang bergunung ini tidak berarti bahwa banyak sumber mata air yang keluar. Tidak setiap rumah penduduk memiliki sumur untuk memenuhi kebutuhan airnya, sumur-sumur biasanya ditemui di rumah penduduk yang ada di bantaran sungai atau aliran air sedangkan rumah penduduk yang jauh dari aliran sungai jarang sekali yang memiliki sumur. Hal ini dikarenakan saat pengeboran tidak ditemukan air dan biasanya terhalang oleh batuan (air tanah sangat sedikit jumlahnya atau bahkan tidak keluar).
Adanya dua musim (kemarau dan penghujan) di wilayah Indonesia ini, membuat kuantitas air di sumber mata air Gedaren tidak tetap debitnya. Pada musim kemarau, debit air yang keluar dari mata air sedikit jumlahnya sedangkan pada musim penghujan jumlah debit air melimpah.
Untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat setempat, aparat/perangkat desa membuat saluran air menggunakan pipa (selang) yang ditujukan ke rumah-rumah penduduk. Air yang disalurkan adalah air yang langsung keluar dari mata air. Proses penyaluran ini tidak melalui proses sedimentasi, filtrasi, maupun penjernihan. Air yang keluar dari mata air ditampung dalam penampung, kemudian disalurkan melalui pipa/selang menuju rumah penduduk.

Banyaknya dusun di desa ini, menyebabkan penyaluran air di atur waktunya agar semua dusun terjangkau atau mendapat jatah air. Di dusun tempat saya tinggal, penyaluran air dari sumber mata air Gedaren dilakukan setiap hari namun tidak 24 jam melainkan hanya dari pukul 6 sampai sembilan pagi.
Pada musim kemarau, penyaluran air terkadang tidak merata. Seperti halnya untuk daerah di lereng gunung, air yang dialirkan melalui pipa terkadang tidak sampai ditempat tujuan (menanjak akan tetapi daya dorong air rendah). Hal ini dikarenakan debit air yang menurun sehingga air yang melewati pipa tidak sampai di daerah yang dituju.
Pada saat musim penghujan, jumlah debit air yang keluar dari mata air Gedaren cukup melimpah. Hal ini dikarenakan curah hujan yang cukup tinggi sehingga air yang terserap dalam tanah cukup banyak. Jumlah air yang melimpah ini, menguntungkan masyarakat karena air dapat mengalir sampai 24 jam setiap harinya.
Akan tetapi, pada musim penghujan air yang disalurkan ke rumah-rumah penduduk kualitasnya buruk karena air tersebut mengandung zat tanin pada kayu dan humus sehingga menyebabkan warna air menjadi kuning keruh. Padahal air yang ideal memiliki kriteria :
• jernih
• tidak berwarna
• tidak berbau
• tidak berasa
• tidak mengandung kuman dan zat-zat yang berbahaya
Kualitas air yang menurun ini kurang baik untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari seperti memasak dan MCK. Untuk mengatasi masalah ini, masyarakat biasanya menampung air tersebut terlebih dahulu sehingga lumpur mengendap dan air bersih dapat dimanfaatkan.
Selain itu, kegiatan masyarakat setempat yang mencuci dan mandi di sungai menyebabkan pencemaran pada air. Akan tetapi pencemaran yang ditimbulkan tidak berdampak besar karena limbah detergen akan terdorong keluar (akibat daya dorong air) sehingga tidak mencemari sumber mata air lagipula antara sumber mata air dan tempat mandi dan mencuci letaknya terpisah (jauh dari sumber mata air).

B. Kebiasaan Lokal Masyarakat
Adanya masalah tentang kualitas dan kuantitas air tersebut memacu masyarakat untuk mengatasinya.
1. Kuantitas Air
Untuk mengatasi masalah kuantitas air khususnya pada musim kemarau, dimana debit air yang keluar dari sumber mata air Gedaren menurun jumlahnya, penduduk yang tidak mendapat air (tidak terjangkau aliran air) membeli air bersih pada truk tanki yang mendistribusikan air bersih dan menampungnya ke dalam bak penampung dirumahnya. Jadi, kebutahan air untuk kegiatan sehari-hari bisa terpenuhi.
Namun, seperti kita ketahui bahwa tahun ini wilayah Indonesia mengalami musim hujan sepanjang tahun, hal ini menyebabkan debit air di sumber Gedaren meningkat dengan demikian kebutuhan air masyarakat cukup terpenuhi sehingga tidak perlu membeli air bersih.
Kebiasaan lain masyarakat di sekitar sumber mata air Gedaren adalah penduduk biasanya mandi dan mencuci baju di sana. Pemerintah desa telah membangun sarana untuk masyarakat yaitu dengan membendung sumber mata air dan menyekat aliran air tempat mandi dan mencuci baju menjadi 2 yaitu untuk laki-laki dan perempuan.

2. Kualitas Air
Pada musim penghujan, kualitas air dari sumber mata air Gedaren menurun.
Hal ini ditandai dengan warna air yang awalnya jernih (pada musim kemarau) menjadi kuning keruh karena pengaruh resapan air hujan yang mengandung tanin pada kayu dan humus. Untuk mengatasi masalah ini, masyarakat biasanya menampung air yang tersalur ke rumahnya untuk sementara agar zat yang terangkut air mengendap sehingga air menjadi jernih sehingga dapat digunakan. Masyarakat dan pemerintah desa tidak menggunakan bahan kimia untuk menjernihkan air.
Air di daerah GunungKidul banyak mengandung zat kapur yang dapat berdampak pada kesehatan terutama pada organ tubuh yaitu ginjal. Oleh karena itu khusus untuk air minum, masyarakat biasanya menyaring air rebusan menggunakan kain putih sebelum dimasukkan ke dalam termos. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir zat kapur yang terdapat dalam air minum dan mengendap pada alat penangas, sehingga air minum layak untuk dikonsumsi.

C. Peran Dalam Mengatasi Masalah Kualitas dan Kuantitas Air
Usaha yang saya lakukan untuk ikut serta dalam mengatasi masalah menganai kualitas dan kuantitas air diantaranya :
a. Ikut menjaga kelestarian lingkungan, memperluas jumlah serapan air dengan cara tidak menebang pohon di daerah serapan air
b. Mengurangi pencemaran air, yaitu dengan tidak mencuci pakaian di aliran sungai
c. Melakukan proses sedimentasi terhadap air yang keruh (mengandung humus) pada bak penampungan sebelum digunakan
d. Meminimalisir kadar zat kapur pada air minum dengan cara meminum air mineral (galon)
e. Menggunakan air seperlunya saja (tidak boros air)

Samhasari Desthi M (08303244007)

Keracunan Timbal

Posted by chemistlink

Racuni 200 Anak-anak, China Tutup Dua Pabrik Baterai



REPUBLIKA.CO.ID, Pemerintah setempat telah menutup dua pabrik baterai di provinsi Anhui Huaining usai uji laboratorium yang menemukan bahwa setidaknya 200 anak-anak setempat memiliki kandungan timbal yang tinggi. Sebanyak 24 anak-anak, dengan kisaran usia sembilan bulan hingga 16 tahun tahun, telah dirawat di rumah sakit di Cina timur karena keracunan timbal.

Demikian dilaporkan media setempat, yang merupakan kasus terbaru dalam serangkaian keracunan yang berhubungan dengan baterai penanda dalam beberapa tahun terakhir. Staf kantor berita Xinhua mengatakan, otoritas wilayah setempat telah menutup dua pabrik baterai di provinsi Anhui, kota Huaining, usai uji laboratorium yang menemukan setidaknya 200 anak memiliki kandungan timbal yang tinggi, dan 24 lainnya dirawat di rumah sakit.

Xinhua mengatakan, pabrik yang berlokasi tepat di seberang jalan dari rumah itu, meski aturan setempat mengatakan Pabrik baterai dilarang berada dalam radius 1600 kaki dari perumahan masyarakat. Namun tidak diketahui kapan pabrik tersebut akan beroperasi kembali, atau jenis baterai apa yang diproduksi pabrik tersebut.

Laporan tersebut juga tidak menjelaskan bagaimana anak-anak bisa terkena timbal tinggi tersebut. Apalagi pabrik baterai tersebut dapat mencemari emisi udara dan tanah.

China adalah produsen terbesar di dunia dan konsumen timbal, elemen kunci dalam baterai timbal-asam yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jumlah mobil dan sepeda listrik di negara ini. Mengambil kasus baru keracunan timah secara berkala di seluruh negeri, polusi tol juga mempengaruhi kesehatan di daerah pedesaan Cina.

"Anak saya sekarang sangat rewel dan gelisah. Ia banyak berteriak," dikutip Xinhua Huang Dazhai, ayah dari seorang anak 5 tahun. Ia ditemukan memiliki 330,9 mikrogram timbal per liter darah. Hanya dengan 100 mikrogram per liter sudah cukup untuk membangun kerusakan otak pada anak-anak.

Samhasari Desthi M (08303244007)

Panas Magma

Posted by chemistlink

Manfaat Panas Magma Bagi Ekosistem Bawah Laut



Peneliti menemukan bahwa magma dapat membantu kelangsungan hidup ekosistem laut. Sebab, magma dapat memompa sejumlah besar gas rumah kaca yang memerangkap panas di dalam lautan. Panas akan menghasilkan iklim yang berpeluang bagi ekosistem bawah laut sehingga potensial menjadi habitat spesies-spesies baru.

Pakar geofisika Woods Hole Oceanographic Institution di Massachusetts, Daniel Lizarralde menjelaskan, beberapa spesies memiliki keunikan beradaptasi pada suhu. "Jadi ini bisa jadi merupakan jenis ekosistem berbeda," katanya.

Melalui foto dan data seismik dari basin (cekungan lembah sungai) Guayma di Teluk California, ditemukan magma panas mengaliri lumpur di dasar laut hingga 48 kilometer, pada kedua sisi retakan sepanjang 55 kilometer.

Analisis memberi gambaran sebagai berikut. Aliran magma mempertahankan suhu air laut dan mencegah pengerasan batu karang. Batu karang yang mencair (molten rock) ini kemudian menghangatkan lumpur dasar laut, serta melepaskan gas karbondioksida dan metana. Gas metana ini pula lah yang mendukung kelangsungan hidup kelompok bakteri dan lain-lain.

Kemungkinan ada cukup banyak tempat seperti cekungan Guayma di seluruh dunia, antara lain Laut China Selatan, Laut Filiphina, Laut Merah, Laut Aegea, dan Lau Basin di Kepulauan Tonga (sebelah Barat Daya Pasifik).

"Relatif secara keseluruhan, cekungan-cekungan itu mungkin meluas sampai ribuan mil dan melepaskan karbon ribuan kali lebih banyak dari yang kita temukan di Guayma," terang Lizarralde. (Live Science)

source: http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/173/panas-magma-bermanfaat-bagi-kehidupan-bawah-laut

Samhasari Desthi M (08303244007)

Global Warming

Posted by chemistlink

Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.
Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia" melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.



Penyebab global warming – Sejak dikenalnya ilmu mengenai iklim, para ilmuwan telah mempelajari bahwa ternyata iklim di Bumi selalu berubah. Dari studi tentang jaman es di masa lalu menunjukkan bahwa iklim bisa berubah dengan sendirinya, dan berubah secara radikal. Pada abad 19, maka studi mengenai iklim mulai mengetahui tentang kandungan gas yang berada di atmosfer, disebut sebagai gas rumah kaca, yang bisa mempengaruhi iklim di Bumi. Apa itu gas rumah kaca?
Sebetulnya yang dikenal sebagai ‘gas rumah kaca’, adalah suatu efek, dimana molekul-molekul yang ada di atmosfer kita bersifat seperti memberi efek rumah kaca. Efek rumah kaca sendiri, seharusnya merupakan efek yang alamiah untuk menjaga temperatur permukaaan Bumi berada pada temperatur normal, sekitar 30°C, atau kalau tidak, maka tentu saja tidak akan ada kehidupan di muka Bumi ini.
Pada sekitar tahun 1820, bapak Fourier menemukan bahwa atmosfer itu sangat bisa diterobos (permeable) oleh cahaya Matahari yang masuk ke permukaan Bumi, tetapi tidak semua cahaya yang dipancarkan ke permukaan Bumi itu bisa dipantulkan keluar, radiasi merah-infra yang seharusnya terpantul terjebak, dengan demikian maka atmosfer Bumi menjebak panas (prinsip rumah kaca).
Tiga puluh tahun kemudian, bapak Tyndall menemukan bahwa tipe-tipe gas yang menjebak panas tersebut terutama adalah karbon-dioksida dan uap air, dan molekul-molekul tersebut yang akhirnya dinamai sebagai gas rumah kaca, seperti yang kita kenal sekarang. Arrhenius kemudian memperlihatkan bahwa jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatgandakan, maka peningkatan temperatur permukaan menjadi sangat signifikan.
Semenjak penemuan Fourier, Tyndall dan Arrhenius tersebut, ilmuwan semakin memahami bagaimana gas rumah kaca menyerap radiasi, memungkinkan membuat perhitungan yang lebih baik untuk menghubungkan konsentrasi gas rumah kaca dan peningkatan Temperatur. Jika konsentrasi karbon-dioksida dilipatduakan saja, maka temperatur bisa meningkat sampai 1°C.
Tetapi, atmosfer tidaklah sesederhana model perhitungan tersebut, kenyataannya peningkatan temperatur bisa lebih dari 1°C karena ada faktor-faktor seperti, sebut saja, perubahan jumlah awan, pemantulan panas yang berbeda antara daratan dan lautan, perubahan kandungan uap air di udara, perubahan permukaan Bumi, baik karena pembukaan lahan, perubahan permukaan, atau sebab-sebab yang lain, alami maupun karena perbuatan manusia. Bukti-bukti yang ada menunjukkan, atmosfer yang ada menjadi lebih panas, dengan atmosfer menyimpan lebih banyak uap air, dan menyimpan lebih banyak panas, memperkuat pemanasan dari perhitungan standar.
Sejak tahun 2001, studi-studi mengenai dinamika iklim global menunjukkan bahwa paling tidak, dunia telah mengalami pemanasan lebih dari 3°C semenjak jaman pra-industri, itu saja jika bisa menekan konsentrasi gas rumah kaca supaya stabil pada 430 ppm CO2e (ppm = part per million = per satu juta ekivalen CO2 – yang menyatakan rasio jumlah molekul gas CO2 per satu juta udara kering). Yang pasti, sejak 1900, maka Bumi telah mengalami pemanasan sebesar 0,7°C.
Perlu kerja-sama internasional untuk bisa mengatakan bahwa memang manusia-lah yang menjadi penyebab utama terjadinya pemanasan global. Laporan IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) tahun 2007, menunjukkan bahwa secara rata-rata global aktivitas manusia semenjak 1750 menyebabkan adanya pemanasan. Perubahan kelimpahan gas rumah kaca dan aerosol akibat radiasi Matahari dan keseluruhan permukaan Bumi mempengaruhi keseimbangan energi sistem iklim. Dalam besaran yang dinyatakan sebagai Radiative Forcing sebagai alat ukur apakah iklim global menjadi panas atau dingin (warna merah menyatakan nilai positif atau menyebabkan menjadi lebih hangat, dan biru kebalikannya), maka ditemukan bahwa akibat kegiatan manusia-lah (antropogenik) yang menjadi pendorong utama terjadinya pemanasan global (Gb.1).
Sumber terutama peningkatan konsentrasi karbon-dioksida adalah penggunaan bahan bakar fosil, ditambah pengaruh perubahan permukaan tanah (pembukaan lahan, penebangan hutan, pembakaran hutan, mencairnya es). Peningkatan konsentrasi metana (CH4), dari 715 ppb (part per billion= satu per milyar) di jaman pra-industri menjadi 1732 ppb di awal 1990-an, dan 1774 pada tahun 2005. Ini melebihi angka yang berubah secara alamiah selama 650 ribu tahun (320 – 790 ppb). Sumber utama peningkatan metana pertanian dan penggunaan bahan bakar fosil. Konsentrasi nitro-oksida (N2O) dari 270 ppb – 319 ppb pada 2005. Seperti juga penyumbang emisi yang lain, sumber utamanya adalah manusia dari agrikultural. Kombinasi ketiga komponen utama tersebut menjadi penyumbang terbesar pada pemanasan global.
Kontribusi antropogenik pada aerosol (sulfat, karbon organik, karbon hitam, nitrat and debu) memberikan efek mendinginkan, tetapi efeknya masih tidak dominan dibanding terjadinya pemanasan, disamping ketidakpastian perhitungan yang masih sangat besar. Demikian juga dengan perubahan ozon troposper akibat proses kimia pembentukan ozon (nitrogen oksida, karbon monoksida dan hidrokarbon) berkontribusi pada pemanasan global. Kemampuan pemantulan cahaya Matahari (albedo), akibat perubahan permukaan Bumi dan deposisi aerosol karbon hitam dari salju, mengakibatkan perubahan yang bervariasi, dari pendinginan sampai pemanasan. Perubahan dari pancaran sinar Matahari (solar irradiance) tidaklah memberi kontribusi yang besar pada pemanasan global.
Dengan demikian, maka dapat dipahami bahwa memang manusia yang berperanan bagi nasibnya sendiri, karena pemanasan global terjadi akibat perbuatan manusia sendiri.

Samhasari Desthi M (08303244007)

Pupuk Ramah Lingkungan

Posted by chemistlink

Pupuk Guano
Mengingat semakin banyaknya dampak negatif terhadap lingkungan yang di timbulkan dari penerapan teknologi intensifikasi yang mengandalkan bahan kimia organik, maka penggunaan pupuk organik yang ramah lingkungan merupakan salah satu cara yang perlu dikembangkan. Dengan mengolah kotoran hewan menjadi pupuk organik, maka diperoleh nilai tambah dan manfaatnya semakin tinggi karena dapat memenuhi kebutuhan nutrisi bagi tanaman dan lebih ramah lingkungan. Salah satu jenis pupuk organik adalah pupuk guano.
Pupuk guano adalah pupuk yang berasal dari kotoran kelelawar dan sudah mengendap lama didalam gua dan telah bercampur dengan tanah dan bakteri pengurai. Pupuk Guano ini mengandung nitrogen, fosfor dan potassium yang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan, merangsang akar serta kekuatan batang tanaman. Menurut penelitian dari Universitas Cornell di New York-Amerika mengenai kegunaan guano sebagai pupuk organik menyatakan bahwa kotoran kelelawar ( guano) memiliki kadar nitrogen yang besar, serta mengandung kadar unsur fosfat ( bahan utama penyusun pupuk di samping nitrogen dan potasium ) tertinggi dan kadar kalium yang besar pula.

(Gambar di samping adalah gambar gua Lawa di kec. Ponjong Kab.Gunungkidul, yang merupakan salah satu gua penghasil guano)

Pupuk guano mengandung semua unsur atau mineral mikro yang dibutuhkan oleh tanaman. Jika di bandingkan dengan pupuk kimia buatan, pupuk guano tidak mengandung zat pengisi. Pupuk guano tinggal lebih lama dalam jaringan tanah, meningkatkan produktivitas tanah dan menyediakan makanan bagi tanaman lebih lama dari pada pupuk kimia buatan. Pupuk alami layak digunakan sebagai pengganti pupuk yang terbuat dari bahan kimia, karena lebih ramah lingkungan juga tidak mengandung efek lain yang ditimbulkan.

Pupuk guano ada dua jenis yaitu Granul Phosphate dan Fresh Bat Guano mampu menyediakan unsur hara yang cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman akan pupuk alam. Pupuk Guano Granul Phosphate adalah pupuk yang terbuat dari kotoran kelelawar dengan bentuk butiran-butiran kecil berukuran 2-5 mm setelah melalui proses fermentasi, sedangkan Pupuk Fresh Bat Guano adalah pupuk alami yang berasal dari kotoran kelelawar asli yang dihaluskan sehingga berbentuk bubuk. Berikut adalah spesifikasi kandungan yang terdapat di pupuk guano:

FRESH BAT GUANO :
- Nitrogen Content +/- 5 %
- K2O min 1 % (dry basic)
-P2O5 Total min 1 % (dry basic)
-Powder mesh 60
- Kadar air +/- 8


GRANUL PHOSPHATE:
- P2O5 Total min 20%(dry basic)
- CaO min 20 % up (db)
- Kadar air +/- 5 %
- Size Granul 2-5 mm

Penggunaan pupuk guano pada lahan pertanian ini dapat membuat pertumbuhan buah-buahan,tanaman serta buah-buahan semakin berkembang . Pupuk guano alami dengan batuan guano fosfat tidak di tambah dengan ramuan kimia sehingga alami dan murni.

Samhasari Desthi M (08303244007)

Posted by chemistlink



TUGAS KIMIA LINGKUNGAN




 salahsatu air terjun dari beberapa air terjun yg adadi lembah harau,Kota Payakumbuh,
sumber : griwing-twitter.blogspot.com
Identifisikasi permasalahan penggunaan air untuk kepentingan rumah tangga di tempat tinggal anda.
Air merupakan sumber kehidupan seiap makhluk hidup. Sumberdaya air merupakan sumberdaya yang terbarui namun demikian kadang ketersediaannya tidak selalu sesuai dengan waktu, ruang, jumlah dan mutu yang dibutuhkan. Pertambahan penduduk, pertumbuhan ekonomi telah meningkatkan kebutuhan air baik jumlahnya maupun kualitasnya. Sebagai contoh : Keperluan air di daerah perkotaan khususnya, semakin meningkat sejalan dengan peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan ekonomi. Air khususnya di daerah perkotaan sekarang sudah merupakan komoditi yang “langka” dan relatif mahal.
Dalam hal ini, saya akan mengidentifikasikan penggunaan air di daerah asal saya, yaitu di kota Payakumbuh, Propinsi Sumatera Barat. Untuk kebutuhan air bersih dilayani oleh PDAM Kota Payakumbuh melalui 3 sumber mata air yaitu : Mata Air Batang Tabit dengan debit 80 liter/detik, Mata Air Sikamaruncing dengan debit 10 liter/ detik, dan Mata Air Sungai Daerah dengan debit 60 liter/detik. (http://203.77.237.21/einvest/homepage/1376/umum/0/srana.htm). Airnya yang segar dan sejuk selalu saya rindukan ketika saya berada jauh dari kota kelahiran saya.


iar kran.jpg
Permasalahan yang muncul adalah perluasan kota yang sangat cepat tidak dapat diimbangi oleh ketersediaan debit air yang memadai. Sudah menjadi rahasia umum bagi masyarakat perkotaan, bahwa mereka yang tinggal jauh dari pusat distribusi air PDAM hanya mendapatkan air baku di malam hari atau malah tidak sama sekali. Bahkan menyebabkan konflik antara warga karena penyaluran air yang tidak merata. Selain itu, pipa yang merupakan tempat penyaluran air banyak yang kurang memadai. Infrastrukur pembangunan penyaluran air yang tidak efisien dan tidak transparan. Sedangkan pada air kran yang bisa diminum langsung, kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga sarana air kran tersebut, seperti masih adanya kran yang rusak, kotor bahkan ada kran yang tidak bisa digunakan lagi.
Bagaimana kebiasaan lokal untuk mengatasi permasalahan tersebut

Pengolahan sumber daya air tidak dapat dilakukan secara partial dan sektoral serta sesaat, namun harus menyeluruh, terarah, transparan dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh unsur yang berkepentingan (stakeholders), melalui pendekatan waktu, ruang, jumlah dan mutu agar pemanfaatannya dapat optimal dan lestari. Demikian pula kebutuhan akan upaya konservasi yang terintegrasi dan berkelanjutan terhadap air beserta sumber-sumber air sebagai salah satu sumberdaya alam adalah suatu hal yang sangat mendesak dalam rangka mempertahankan kelestariannya agar tetap memenuhi waktu, ruang, jumlah dan mutu sesuai peruntukannya.
Untuk memenuhi keperluan masyarakat, sumberdaya air disamping perlu tersedia dalam kuantitas yang memadai, juga harus memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan untuk menjamin kesehatan masyarakat pemakai.Kualitas air disamping ditentukan oleh lingkungan alam darimana sumber air tersebut berasal, juga dipengaruhi oleh aktivitas pemanfaatan dan pencemaran yang dihasilkan oleh kegiatan masyarakat yang bersangkutan. Penyediaan sumberdaya air di perkotaan bukanlah hal yang mudah. Pengelolaan (manajemen sumberdaya air) yang baik memerlukan pemahaman yang detail mengenai karakteristik kebutuhan air tiap kota dan inventaris yang akurat mengenai sumberdaya air yang tersedia. Pengelolaan inipun haruslah berjalan konsisten dan tanggap terhadap masalah-masalah yang muncul untuk memperbaiki sistem ini sehingga menjadi lebih baik. Secara garis besar beberapa aspek yang harus diperhatikan dalam manajemen sumberdaya air adalah :
1. Pengembangan budaya penggunaan air yang baik (water use); Komsumsi air yang berlebihan dan tidak proporsional akan semakin memperparah krisis air perkotaan yang telah dan akan terjadi.
2. Pemanfaatan sumberdaya air yang lebih maksimal, efektif dan terpadu untuk semua potensi sumberdaya air yang ada baik air hujan (rain water harvesting), air permukaan (city dam), airtanah (water supplementmaupun air laut (water purification).
3. Meningkatkan mutu pembangunan penyaluran air ke rumah warga secara merata.
4. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kualitas air, sarana dan prasarana berupa       penyuluhan

Upaya-upaya apa yang anda lakukan untuk menjaga kualitas air tidak menurun

Mencegah dan menjaga memang labih baik daripada memperbaiki. Upaya yang saya lakukan adalah menyadari bahwa kualitas air itu sangat penting untuk dijaga. Air yang bersih dan higienis yang dikonsumsi tentu sangat baik untuk kesehatan.  Menyadari untuk menggunakan air secara efektif dan efisien. Misalnya tidak membiarkan air mengalir saat menyikat gigi di westafel, menggunakan shower ketika mandi karena air yang digunakan lebih hemat dan mengurangi air terbuang percuma dengan gayung mandi , menggunakan air seefisien mungkin ketika mencuci pirng dan pakaian,